Hari ini angin rindu datang berhembus, menggugurkan daun-daun yang sudah menguning. Titik air di ujung daunnya pun akhirnya terjatuh setelah sekuat tenaga ia bertahan untuk tidak pecah. Tapi ternyata semua ada batasnya. Tak ada yang abadi. Begitu juga dengan rindu ini. Tak akan lama bersembunyi dalam gua hati.

Dunia seperti berputar kembali, menayangkan rekaman saat-saat aku bersamanya. Masa dimana saat aku merasakan sayang dan perhatiannya, yang terus menerus mengalir seolah tak kenal muara. Ciuman hangat di hatiku yang tak pernah lupa ia berikan saat aku akan berangkat bekerja. Keningnya yang lembut selalu ia relakan untuk ku kecup sebagai tanda cintaku padanya. Pelukannya saat aku butuh kehangatan, suara lembutnya saat hati ini dilanda kegundahan. Dengan sepenuh hati kubentangkan dadaku untuk tempatnya bersandar kala sakit menyerang tubuhnya, atau saat ia banyak pikiran terhadap persoalan dunia.

Langit hari ini masih cerah. Tapi siapa sangka jika hujan akan datang. Meski tidak begitu deras, tapi mampu melepas dahaga sang tanah yang memang haus akan air, cukup untuk membuat suasana terasa lebih segar. Mencerahkan kembali fikiran-fikiran yang kalut terhadap berbagai masalah. Dan bagiku, membawa kembali pada keindahan dan kehangatan saat-saat bersamanya, hingga rindu yang terbendung pecah seketika.

Teringat pada suatu senja, ketika aku akan memulai hidup tanpa ada seseorang yang dekat di sisiku. Hari itu, adalah hari terakhir aku bersama dengannya sebelum kami berpisah. Pesan dan nasehat pun mengalir dengan suaranya yang tetap lembut. Sampai akhirnya detik itu datang juga, saat ku rengkuh tangan lembutnya, kemudian mengecup keningnya dengan penuh rasa cinta, dia membalasnya dengan kecupan, seakan tanda bahwa rasa sayangnya melebihi kekhawatirannya meninggalkanku. Dalam ku rasakan deburan cintanya yang kuat dan tulus. Membuat air mata ini ingin segera menumpahkan segala yang dipunya.

Aku ingin melengkapi lukisan hidupnya, menjadi lukisan yang sempurna. Dengan tinta kasihnya yang sempat tersimpan di hatiku kan kutorehkan dalam kanvas kehidupanku bahwa dirimu adalah Mawar terindah di taman Surga.

by;aba