1. Berhenti memperhatikan begitu banyak tentang bagaimana perasaan kita. Bagaimana perasaan kita adalah bagaimana kita merasa. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang ada dipikiran kita. Katakan pada diri sendiri bahwa apapun yang kita rasakan, bahwa kita merasa, apa pun yang kita pikirkan, bahwa kita berpikir. Karena kita tidak bisa berhenti memikirkan diri sendiri, atau mencegah emosi dari yang timbul dalam pikiran kita, tidak masuk akal harus bangga atau merasa malu akan sesuatu. Hanya tindakan kita secara langsung di bawah kendali kita adalah hal satu-satunya penyebab yang tepat dari kesenangan atau rasa malu.

2. hilangkan rasa khawatir. khawatir sering membuat hal-hal buruk. Semakin kita berpikir tentang sesuatu yang buruk, semakin besar kemungkinan terjadi. Saat kita sadar akan ada sebuah masalah dari apa yang kita kerjakan, kita akan selalu dihantui perasan akan datang nya masalah itu, hal itu lah yang membuat hidup kita tidak tenang.

3.Berfikiran positif tentang kehidupan pribadi. Jika kita ingin bahagia, berhenti mengatakan diri kita sengsara. Kita selalu berprasangka pada diri kita sendiri bagaimana perasaan orang lain tentang saya, apa yang mereka pikirkan, apa yang orang lain rasakan tentang saya, apa yang saya lakukan benar atau salah. Apa yang kita rasakan itu merupakan sebagian besar imajinasi dan sisanya kesalah pahaman pada perasaan kita sendiri. Kita hanya mengetahui sedikit tentang apa yang orang lain rasakan tentang diri kita. Biasanya apa yang orang lain ketahui tentang diri kita tidak terlalu mereka pedulikan. Dan kita tidak akan pernah tahu secara pasti apa yang orang lain rasakan tentang diri kita.

4. Jangan menilai orang lain. Menilai orang lain adalah hal bodoh. Apa pun yang kita capai, orang lain akan selalu berbuat lebih baik dari kita. Menilai orang lain adalah hal bodoh karena kita tidak bisa mengetahui semua fakta yang terjadi, tidak dapat membuat skala yang bisa objektif, kita juga tidak tahu apakah kita sama dengan orang lain.

5. Menyerah pada perasaan bersalah. Rasa bersalah tidak akan membuat perubahan. Rasa bersalah ini mungkin membuat kita merasa bahwa kita menerima tanggung jawab, tetapi hal itu tidak akan dapat menghasilkan sesuatu yang baru dalam hidup kita. Jika kita merasa bersalah tentang sesuatu yang telah kita lakukan, bersahalah agar jagan melakukan kesalahan yang sama lagi. Kemudian lepaskan dan hilangkan rasa bersalah itu.

6. Berhenti memperhatikan sorotan orang lain terhadap kita. Karena hal itu bisa membuat kita gila. Orang lain hanya bisa mencela dan mereka tidak dapat membuat kita bahagia. Mereka hanya bisa melihat apa yang terjadi dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Kita harus menyelesaikan masalah kita sendiri. Apa pun yang terjadi pada diri kita orang lain hanya menjadi penonton, mereka tidak bisa berbuat apa-apa apalagi mengambil suat keputusan untuk kita. Selain itu, kebanyakan orang terlalu sibuk memikirkan diri sendiri dan tidak mau memikirkan kita.

7. Berhenti ingin menjadi nomor 1. Nomor 1 hanya nomor. Karena tidak memiliki kekuatan mistik. Dengan ingin selalu menjadi nomor 1 maka kita akan menghalalkan segala cara agar menjadi nomor 1, kita akan menjadi manusia yang ambisius dan akan selalu membuat orang lain tidak suka terhadap kita, dengan ingin selalu nomor 1 kita akan merusak citra diri kita sendiri dihadapan orang lain, orang lain akan memandang kita amisius, dan selalu ingin didepan. Biarkan orang lain yang menilai kita, kita hanya bisa melakukan yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan kita.

8. Jangan khawatir jika kehidupan dan karier kita tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Semakin banyak yang kita lakukan dan rencanakan semakin besar pula kegagalan.banyak hal didunia ini yang tidak sesuai rencana. Namun kita mesti hati-hati dan menganalisa sesuatu sebelum kita membuat rencana dan melaksanakannya. Perencanaan hanya kita gunakan untuk mendisiplinkan diri dan memaksa kita untuk berfikir dalam berbuat serta berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Tanamkan dalam diri bahwa kegagalan adalah guru yang paling berharga.

9. Jangan biarkan kita digunakan orang lain sebagai kambing hitam dari apa yang dia lakukan. Karena ada beberapa orang yang suka menjadikan orang lain sebagai kambing hitam dari apa yang telah dia lakukan, usahakan agar kita jangan mencampuri urusan mereka, dengan mencampuri urusan mereka, mereka dengan sangat mudah mengkambing hitamkan kita. Itu adalah hidupnya dan dia yang harus bertanggung jawab, tidak mencamputi urusan mereka bukan berarti tidak peduli dengan keadaan sekitar, tetapi kita hanya bersifat tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, karena apapun yang terjadi itu adalah tanggung jawabnya, kecuali kita sebagai pemimpin sebuah institusi, maka kita harus peduli apa yang dilakukan bawahan kita, karena apa yang dilakukan bawahan kita adalah tanggung jawab kita.

10. Jangan khawatir tentang tentang kepribadian kita. Karena yang benar-benar terlihat dalam kehidupan adalah ego, ego adalah konsep yang ditemukan oleh pikiran Anda. Hanya dalam pikiran dan tidak ada di dunia nyata. Kepribadian adalah kata untuk kesan umum yang kita tampil kan melalui kata-kata dan tindakan kita. Jika kepribadian kita tidak menyenangkan hari ini, kita jangan khawatir. Karena kita selalu dapat mengubah kepribadian itu, asalkan kita mau untuk melakukannya. Kita harus berlatih dalam memperbaiki kepribadian kita, Perbaikan kepribadian kita lakukan secara terus menerus.

by; aba118