Postingan ini merupakan lanjutan dari sampit berdarah ( bag 1 ). Kerusuhan antara etnis di Tarakan jangan sampai terjadi seperti sampit, demikian kata2 presiden SBY pada Rabu, 29 September 2010, untuk lebih jelasnya klik disini…!!!
Mudahan dengan postingan ini bias menyadarakan kita bahwa kerusuhan itu hanya merugikan kedua belah pihak, dan semoga kota kita yang tercinta ini (Tarakan) selalu damai selalu dengan kehidupan yang heterogen,,,,,amiiiiin….
Sebenarnya, jauh sebelum kasus Sampit mencuat, sekitar 118 kilometer ke arah Palangkaraya, tepatnya di Desa Kerengpangi, Kecamatan Katingan Hilir terjadi pembantaian tokoh pemuda Dayak setempat. Namanya, Sendung. Tepatnya, di lokalisasi WTS Kerengpangi. Pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB (16 Desember 2000). Sendung datang ke lokasi perjudian. Saat itu ,ada tiga warga Madura Mat Sura, Kacung dan Mat Suki sedang main judi dadu gurak. Sebenarnya, antara Sendung dan ketiga warga Madura itu sudah saling kenal.
Sendung dikenal sebagai tokoh pemuda Dayak yang disegani. Sedangkan tiga Madura tadi dikenal sebagai penguasa lokalisasi. Tiba-tiba, tangan Sendung menyenggol badan Mat Sura. Entah dipengaruhi minuman atau balas dendam, Mat Sura tidak terima. Cekcok lantas tak bias dihindari. Emil, pemuda Dayak, saat itu berusaha melerai. Tapi, tak dihiraukan. Mereka tetap saja cek cok. Kacung, salah satu teman Mat Sura pulang ke rumah sekitar 75 meter dari lokasi semula untuk mengambil celurit. Begitu sampai, tanpa ba bi bu lagi, Kacung membacokan ke tubuh Sendung. Sendung yang juga dikenal jagoan berusaha melawan. Tapi, karena dikoroyok, Sendung pun tersungkur dengan tiga luka bacok. Dada, leher dan perut. Sedangkan warga sekitarnya takut melerai. Versi keluarga Sendung berbeda. Kepada Jawa Pos, diceritakan bahwa saat itu, Sendung dijemput beberapa orang ke lokalisasi. Kabarnya, ada judi. Sendung yang selama ini getol melarang perjudian dadu gurak di wilayahnya datang. Tapi, Dewi, istri Sendung sudah membaca sepertinya ada rekayasa penciptaan suasana agar ada bentrokan. “Makanya, begitu warga Madura tersenggol langsung cek cok,” jelas salah satu keluarga Sendung. Esoknya, warga Dayak geger. Mereka pun ramai-ramai mencari tiga warga Madura yang membunuh Sendung. Tapi, ketiganya sudah lolos. Untuk melampiaskan kekesalnya, warga dayak membakari rumah karaoke, tempat perjudian, warung makan dan rumah. Saat itu, ada sekitar 16 rumah ludes dilalap api. Lokalisasi itu sebetulnya milik Akong. Namun, pengelolaannya sehari-hari dipercayakan kepada tiga warga Madura tesebut. Kini, Akong melarikan diri setelah terjadi insiden itu. Warga makin dongkol karena polisi sepertinya membiarkan pelakunya lolos. Bahkan, mereka mendengar kabar kalau sudahkabur ke Pulau Madura. Kedongkolan warga Dayak makin memuncak karena itu bukan kasus yang pertama. Setiap kali, ada warga Madura membunuh warga Dayak selalu lolos dan lari ke Madura. Kalau pun masuk bui tidak lama. Kawan atau keluarganya bias menebus. “Makanya, kekesalan warga Dayak sudah memuncak,” kata tokoh Dayak Sabran Akhmad kepada Jawa Pos. Kerengpanggi sebenarnya hanya dusun kecil di tepi jalan raya Tjilik Riwut, Palangkaraya Sampit. Tepatnya, di kilometer 99 jalan Cilik Riwut. Tapi, setelah ditemukan tambang emas sekitar tahun 1980-an, dusun yang sepi mulai menggeliat. Warga luar berdatangan mendulang emas.n Tidak terkecuali warga Madura. Apalagi, sekitar tahun 1996 Sjamsul Nursalim lewat PT Ampahit Perdana membuka pendulangan emas secara besar-besran. Dusun yang semula tenang menjadi ramai dengan hadirnya pasar, toko, karaoke, mini market, bar, yang dilengkapi lokalisasi WTS. Seiring bertambahnya warga yang mendulung emas, angka kriminalitas makin meningkat. Tiada hari tanpa perkelahian. Umumnya melibatkan warga Dayak dan Madura. Bahkan, Perengpangi biasa disebut Texas-nya Kalteng. Pencurian, perkelahian, perampokan, perebutan tanah adalah hal bisa di Krengpangi. Terhadap kenyataan itu, aparat keamanan seakan tak berdaya. Jarang warga Madura yang ditangkap akibat tindak kriminalnya. “Kekesalan itu menjadi terakumulasi hingga menimbulkan dendam kesumat bagi warga Dayak,” tandas Sabran. Prof H.K.M.A Usop, mantan Rektor Universitas Palangkaraya yang kini sebagai Ketua Presedium Lembaga Musyawarah Dayak Daerah Kalimantan Tengah (KPLMDDKT), mengakui kalau banyak pelanggaran, tindakan kriminal yang merugikan harta dan nyawa orang Dayak. Sebetulnya, setiap kali terjadi bentrok selalu diakhiri perdamaian. Tapi, setiap kali pula warga Madura melanggarnya. Begitu seterusnya. “Paling tidak sudah ada 15 kali perdamaian. Tapi, hasilnya sama selalu dilanggar warga Madura,” kata Usop saat pertemuan tokoh masyarakat Dayak dengan DPRD Kalteng. Bahkan, saat pembuatan jalan Palangkaraya-Kasongan terjadi bentrok Dayak-Madura, tepatnya di Bukit Batu tahun 1983.
Setelah bentrokan reda, dibuatlah perdamaian antara tokoh Dayak dengan tokoh Madura. Ada satu poin penting dalam perjanjian itu. Yakni, Warga Madura dengan sukarela akan meninggalkan Kalimantan Tengah jika melakukan pertumpahan darah terhadap warga dayak. Tapi, berkali-kali ada pertumpahan darah warga Madura jangankan pergi tapi makin banyak berdatangan ke Kalimantan. “Dokumen itu yanh kini sedang kami cari,” tambha Usop. Tragedi pertumpahan darah di Kalimantan terjadi tahun 1967, pasca G 30 S/PKI. Tragedi itu tak lepas dari ekor G 30 SPKI. Saat itu pemerintahan Soeharto menuduh Cina di Kalimantan Barat adalah komunis. Untuk mengenyahkan Cina komunis, Soeharto menggunakan salah satu etnis Dayak untuk membunuh Cina yang komunis dan pendukung Pasukan Gerilyawan Serawak (PGRS). Korban pun berjatuhan sebanyak 300 orang. Selebihnya, ratusan ribu Cina diungsikan. Setelah itu, bentrokan Dayak tidak dengan Cina, tapi dengan Madura. Dayak menuding perilaku warga Madura tak terpuji. Suka kekerasan, dan sering melakukan tindakan kriminal yang banyak merugikan warga Dayak. Bentrokan kecil dan besar antara dayak dan Madura di Kalimantan Tengah sejak 1983 sudah terhitung 15 kali. Tapi, selalu berakhir perdamaian. Sebelum kasus Kerengpangi dan Sampit, bentrokan besar terjadi tahun 1996 dan 1997 di Sangauleudo di Kalbar maupun Sambas. Dimana dua warga dayak ditusuk sampai tewas oarang Madura. Kerusuhan pun pecah, sedikitnya 1000 korban tewas. Dan sebanyak 2000 warga Madura diungsikan. (bh)
‘Kuluk,… Kuluk,… Kuluk…’,Esoknya Semua Tanpa Kepala
BOHONG, kalau Gubernur Kalteng Asnawi Agani mengatakan orang Madura yang tewas 200 orang, meskipun itu informasi yang datang dari Posko Sampit. Hal ini dikatakan sejumlah orang Madura yang ikut naik KRI Teluk Ende 517. Dalam pelayaran menyusuri Sungai Mentaya (70 km), ABK dan pengungsi bisa Melihat puluhan mayat yang mengapung di sepanjang sungai, dan sejumlah Bangunan rumah warga Madura dan Pasar Sampit/Pasar Ganal yang tinggal temboknya yang hangus. Dikatakan seorang pengungsi yang bekerja di penggergajian kayu, PT Sempagan Raya Sampit, Abdul Sari (30), bahwa yang tampak di sungai saja ada puluhan yang mengapung dan tersangkut di pinggir. Sementara yang hanyut dan tenggelam lebih dari 200 warga etnis Madura. “Ini baru yang di sungai, belum yang terserak di pinggir sepanjang Jl. Masjid Nur Agung saja tidak kurang dari 200 mayat,” katanya. Sementara di Jl. Sampit Pangkalan Bun, saat ini masih banyak mayat yang bergelimpangan di tepi jalan. Mayat-mayat itu hanya ditutupi dengan batu koral yang dibungkus karung sak. Tidak ada yang menolong untuk dimakamkan, kami tidak mungkin untuk melakukan itu. Sedang untuk bisa lolos dari kejaran dan tebasan mandau Dayak saja sudah bersyukur. Abdul Sari juga mengatakan, sekarang pasukan Dayak tidak lagi membedakan siapa yang akan dibunuh. Awalnya yang diserang hanya etnis Madura, tapi kini semua pendatang, termasuk orang Jawa, dan Cina. Mereka bukan hanya ditebas lehernya saja, tapi juga dipenggal jadi beberapa potong. Di mata etnis Madura, polisi setempat sudah kehilangan kepercayaannya lagi. Mereka (warga etnis Madura) mengaku, siangnya di sweeping dan senjatanya disita petugas, dan mereka (petugas) mengatakan, semua sudah aman dan tidak ada apa-apa lagi. Maka warga etnis Madura di Jl. Sampit Pangkalan Bun tenang-tenang saja dan percaya pada petugas. Ternyata malamnya diawali dengan suara kuluk,… kuluk,… kuluk,… sebentar kemudian pasukan Dayak muncul dan membunuhi warga Madura.
Tidak ada yang tersisa, mereka yang menyerah maupun yang lari dibunuh. Umumnya mereka diserang pada malam hari, ratusan Dayak dengan suara kuluk…, kuluk…, sambung-menyambung muncul dari segala penjuru. Esoknya warga etnis Madura mati mengenaskan dengan badan tanpa kepala lagi. Parebuk Menurut warga etnis Madura yang ikut KRI Teluk Ende, Sopian (56), warga yang banyak mati dari daerah Parebuk, Semuda. Karena warga Madura yang ada di sini tidak menghindar tapi melakukan perlawanan sengit. “Saat ini di sana yang tersisa tinggal wanita dan anak-anak,” kata Sopian. Sopian yang datang ke pengungsian dengan jalan menyusuri sungai mengatakan, dia berjalan sambil sembunyi-sembunyi di antara pohon hutan yang cukup lebat. Ternyata setelah 7 hari di pengungsian ia hanya melihat beberapa warga Madura dari Semuda. Berarti ada sedikitnya 500 orang Madura yang tewas melawan Dayak di Semuda. “Kalau masih hidup seharusnya perjalanan mereka tidak lebih dari satu atau dua hari saja,” kata Sopian. Sopian bersama pengungsi lain yang ada di pengungsian pun mengaku masih dibayang-bayangi pasukan suku Dayak. Bahkan ada isu bahwa kamp pengungsian di halaman Pemda Sampit akan diserbu oleh Dayak. Hal ini membuat warga Madura yang ada di pengungsian menjadi resah, di samping mereka sudah ketakutan, juga mereka sudah tidak memiliki senjata lagi. Menurut Kilan, sejumlah orang Dayak membawa mayat orang Madura dengan geledekan keliling kota. Tidak sampai di situ, geledekan yang berisi orang Madura ditinggal begitu saja di depan Polres Sampit, Jl. Sudirman.Kekesalan warga Madura terhadap oknum polisi di Polsek Jl. Ba Amang Tengah semakin menjadi, seperti yang diungkapkan oleh Somad yang mendatangi kantor Polsek. Ia minta perlindungan setelah dikejar-kejar oleh sekitar 50 Dayak, Somad minta diantar ke tempat pengungsian. Kapolsek bukannya menolong tapi justru memanggil Dayak yang ada di sekitar situ. Somad mengaku lari ke belakang, dengan melompat lewat pintu belakang Polsek ia akhirnya lolos lari ke semak-semak. Ia sempat merangkak sejauh 300 m sebelum lepas dari kejaran Dayak dan lari ke hutan. Dari hutan ini ia menyusuri tepian hutan dan akhirnya sampai ke tempat pengungsian. Ia pun bersyukur karena bisa ketemu dengan anak istrinya. Seorang pengungsi, Choiri (40), dari Pasuruan mengatakan, ada peristiwa yang sangat mengenaskan dari daerah Belanti Tanjung Katung, Sampit. Sebanyak 4 truk pengungsi Parengkuan yang dibawa oleh orang yang mengaku petugas dengan mengatakan akan dibawa ke tempat penampungan pengungsi di SMP 2, akhirnya dibantai habis. Ternyata mereka yang mengaku petugas adalah pasukan Dayak, orang Madura disuruh turun dan dibantai. “Jika tiap truk berisi 50 pengungsi berarti ada 200 pengungsi yang tewas dibantai,” kata Choiri. Choiri mengatakan, yang dibantai itu semuanya wanita dan anak anak.
Begitu jemputan yang kedua tiba, yang diangkut adalah orang laki-laki dewasa, justru mereka selamat tidak di tempat pengungsian karena dikawal oleh Brimob dari Jakarta. Liar Pengakuan seorang pengungsi, Titin (19), asli Lumajang, yang tinggal di Jl. Pinang 20 Sampit mengatakan, suaminya yang asli Dayak Kapuas yang kini ikut pasukan Dayak. Ia menceritakan, suaminya pernah bercerita padanya, mengapa orang Dayak menjadi pandai berkelahi dan larinya cepat bagai kijang. Awalnya suaminya enggan menjadi pasukan Dayak untuk membunuhi orang Madura. Tapi karena dihadapkan pada satu di antara dua pilihan, jadi pasukan atau mati, terpaksa suaminya memilih jadi pasukan Dayak. Saat itu ia disuruh minum cairan yang membuatnya ia menjadi berani, kemudian alisnya diolesi dengan minyak yang membuat ia melihat bahwa orang Madura itu berwujud anjing dan akhirnya harus diburu dan dibunuh. Makanya orang Dayak tidak punya takut, tidak punya rasa kasihan, ini menurut Titin karena sudah diberi minuman dan olesan minyak tertentu. Sehingga mereka mirip dengan jaran kepang yang sedang kesurupan, mungkin mereka kerasukan roh nenek moyangnya dan membunuh sesuai dengan perintah panglima perang suku Dayak. (R Dewanto Nusantoro)
Sumber dari postingan ini adalah dari email yang sempat menyebar pada bulan mei 2001, termasuk emailku juga menerimanya.






sudah2 be kak postingan ttg kerusuhan2 itu. . takut sendiri nisa liat gambar kepala tak ada badanx tuh. .
serem banget… Mana waktu baca ini aku lagi makan bakso pula, ai ai ai…
Takut deh, jangan sampai terulang lagi
sudahlah ini aib bangsa kita…
semoga tidak terulang lagi..
hapus
Masyarakat Madura pada umumnya memang harus belajar tata krama, dan bisa menghormati orang lain
Madura nya yang brengsek tuh
Sediakan sedikit kaum pedalaman yang punya pemikiran kolot,bumbui dengan sedikit provokasi antar etnis dan finalnya……barbarian.mudah bgt kan?ui dengan sedikit provokasi antar etnis dan finalnya……barbarian.mudah bgt kan?
wong madura ae seng nggatheli…….
biarkan dia rasa…………….
adil ka’ talino bacuramin ka’ saruga ba sengat ka’ jubata…..
mungkin akan terulang kembali ni………….
dayak kalimanta mati kapir kalau mundur belibas sama orang madura……….
dasar orang dayak curang beraninya main belakang dan menipu. klo berani seperti orang madura yg berani di depan bkn dr belakang. polisi nya jg anjing menyita senjata orang madura. klo berani secara gantle man donk….
orang yg bunuh org tua,wanita dan kanak2 adalah pengecut!!!,tidak kira dayak atau pun madura.kalu betul kau laki2 di gelar pahlawan.berperang hanya di medan perang bukan membunuh insan yg tak bisa melawan.kau bukan manusia,binatang pun malu melihat kau.lembaga pengecut.
Ga ada perkelahian orang dayak yg dari belakang……
Orang dayak biar mati, di tempat, g pernah lari, bacok dari belakang..
kalo madura..???
kalau bilang madura yang banyak tewas itu7 bhonk terkecuali dayak
pokrembung dayak jeh
smua dayak tuh macam anjink
jangan pernahmenghina orang dayak karna madura gak tau sopan santun dan adat istiadat
semua madura kaya pantat babi ,,,, sini kau kalau berani ,,,, monyet !!! bejilek ku mpayah baum kau te’
kamu mau aku tebas herman,,,, ni orng dayak…. jgn brani di dumay
di tempat q orang madura tu ngemis2…
tak tendang aja dia……
ashaduallaila he illallah we asheduannah muham (madurra) sulullah
madura itu suci lihat aja di kalimat shadat nya ……….
pokrembung dayak jeh …………
allahu akbar allahu akbar allahu akbar
lo herman ingat ya,aku asli orang banjar,kami suku banjar dan dayak adalah suadara dipulau kalimantan,jangan bawa2 agama,aku juga islam,diagama tidak ada namanya menjajah kampung orang,aku saksi sampit dan pemotong puluhan kepala madura tai sapi,tidak ada namanya madura tai sapi mati cuma puluhan,tidak ada namanya madura tai sapi mati ratusan,yang terjadi adalah madura tai sapi kami bantai dan kami potongi kepalanya puluhan ribu,allahu akbar,allahu akbar,allahu akbar,berikan kami kekuatan terus ya allah untuk melindungi tanah kalimantan
sok dayak lo….! dayak banjar dan melayu berani kandang. klo berani kluar kalimantan q tombak kau smua. pengecut berani perang dg cara curang. anjing….
ea kalian menang krn curang main belakang. kalian pengecut banci. klo berani lawan orang madura dr dpn bkn dr belakang. anjing kau sok dayak berani kandang. klo di luar pulau kalian smua binasa macam cacing di injak2 sama suku mana pun di bumi ini. dasar anjing berani main curang.
neraka tempat kau yg membunuh orang yg tak berdosa.kenapa di bunuh org tua ,wanita dan kanak2.kenapa???jangan sebut kalimah suci tu,kau tak layak lembaga.
suci untuk menutup kebusukannya…..
di tanah orang kok begaya…..
borneo adlah tanah dayak tanah nenek moyang dayak……………..
EMANGNYA NENEK MOYANG LOH YANG BIKIN PULAU DASARORANG UTAN
metu sapi kau toh. tau je meteng kuh ikau la sangka raya akan jipen. mangat kau keme buah punu hapa lunju..
@herman : herman kamu mau hilang kepala juga kah??? dari jauh pun kita bisa menghilangkan kepala kamu,,,,
kau kira hebat orang dayak. klo berani lawan orang madura dr dpn bkn main curang serang dr belakanhg. anjing orang dayak orang hutan…
GK USAH BANYAK TINGKAH DI TANAH ORANG
Madura ilangkepalaizinAllah…
islam itu agama kita 2 kalimat syahadat itu kalimat tauhid kita.
saya dayak iban kalimantan barat kapuas hulu.
jgn anda bawakan klimat tauhid itu jika anda blom bsa memhmi sesungunhya.
sya juga muslim 100% islam namun kmi sbgai warga dayak tidak terima dibilng anjing.
hrusnya anda mersa mlu percuma keimanan anda setebal 7 lapis bumi.
bukan islam tidak pernah mngjarkan seperti itu.
emng itu kh klian dpt dri islam selama ini.
maka kemblih kepda jalan allah yng benaar.
ini semua jdi pljran untuk kita sbgai pendatng hrus lh bertrmiksih kpda tnh pribumi.
brpa lahan yg org dyk untuk kalian diklimntan ini.
agr klian bsa hdup lbih baik dri di jawa.
coba bayngkan kalo semua masyarakat dayak dan melayu tidak menerima trnsmigrasi kekalimantan.
jdi gak ush mengundang emosi org.
saya cma mengitkn anda jika madura agamnya islma lbih baik kenapa pembunuhn erhadap masyrakat melayu dikampung setia ( sambas) pada tgl 1 sywal pda saat shlataiditu dilkukn.
jdi sya sebgai org muslim malu meliht perkataaan anda seperti itu.
jdi mari kita junjung tinggi pancasila kita.
Herman, aq orang jawa, ASLI…….
tapi orang madura tu memang bau bangkai badanya, penakut,beraninya dari belakang, pengecut, trus semua itu, LO BANGET…..!!!!!!!!!!!!!11
emmmm,,,…..Itu semua salah orang madura,,… msa se enak” ny saja pengen nguasain sampit,,…
semua yg terjadi mudah2an untk pendewasa’an & pembelajaran madura dan dayak,yaaTUHAN kami berikanlah ketabahan kpd mereka yg ditinggalkan keluarganya & ampunilah dos’a mereka semua.aamiin……
yang salah ialah penyelenggara negara yang tak pernah menegakkan hukum setegak-tegaknya. kita semua bersaudara, dari sabang sampai merauke.
madura dalam arti : madu dan darah
in adlh felosofi …………..bgi yg bisa mengartikan yaaaaaaaaaaa………..
mudahan ini gk trjdii…
gk pengen bangt ni tr jadiii
msa sma smaaa warga negara indonesia sling bnuh”, harus x kita sling menghormati dan menghargai bukan x saling menghujat …….
okeee!!!
dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung..harusnya seperti itu..bukannya mau menyudutkan orang madura, pada kenyataannya orang madura di daerah saya (semarang) juga merasa paling jagoan, tidak sopan, sombong dan tidak punya rasa hormat..
orang madura dulu waktu di sampit sini… jualan buah mahal … gk wajar pokoknya,,,
lo di tawar,, malah mau bacok pke celurit…. emangnya kalimantan ni tanah nenek moyangnya apa?
aah pengecut lo! Beraninya dari belakang, keroyokan, barbar pula.. Hati2 saja mayoritas jawa timur itu madura andai p.kalimantan dekat dengan jawa.. Punah kau suku dayak bar bar. Najis!
betul,,,,harusnya sebagai pendatang harus bisa mebawa diri,,,jangan bikin gara2 sm suku kami,,,,,anda menghormati kami,,kami pun segan,,kami cinta damai,,,,
setuju..sebagai pendatang harusnya bisa menjaga sikap, dan menghormati..
madura di jakarta , di yogyakarta, juga sama,,sukanya bergerombol..seperti daerahnya sendiri,,parkir gerobak sembarang tempat,,untung saja orang jawa sabar,,
Hihi. ia emang yg paling sabar tuh orang jawa
tp sama aja sih kalo udah keterlaluan banget juga ya pasti di usir.
bagaimanapun semua adalah saudara kita. budaya dan adat saja yg membedakan. mayoritas orang madura merantau ke luar madura hanya berpendidikan SD mungkin menjadi kurang sopan santun (tidak semua). di kampungku malah ada orag madura, orangnya ramah, sopan santun, sangat dermawan.
apa? Diusir..? Km pikir jawa itu tanah mbahmu!! Dikalimantan orang madura dizalimi, diusir dan dibantai dengan LICIK! SADIS!, saya juga keturunan jawa dan madura tepatnya JAWA TIMUR! Kalo kalimantan itu sedekat jawa dr pulau madura. Mungkin sudah punah tu orang dayak! HEI ORANG BEGOK! POPULASI MADURA DI JAWA ITU BESAR! APALAGI JAWA TIMUR! DARI PASURUAN PROBOLINGGO, BANYUWANGI JEMBER BONDOWOSO DLL ITU MAYORITAS MADURA! BAHKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR RATA2 DARI ETNIS MADURA! HATI2 KALO BICARA! ATAU DITEBAS TUH MULUT! BAHLUL!
Smoga suku lain bisa belajar dari tragedi ini , terutama suku bugis ..
BETULLLLLLLL
Mengapa kita harus saling mempermasalahkan suku, agama dan kepercayaan…kejadian spt itu seharusnya menyadarkan kita utk memperkuat rasa nasionalisme demi INDONESIA yg bersatu…
Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya kepada siapa saja, jangan dijualbelikan. Yang menjualbelikan hukum harus dihukum seberat-beratnya
betul tu dea,coment kmu memang bernas……
lagian-jelas ada yang bermain di balik itu semua. kan masa itu kan masa transisi. tak berpikirkah saudara jika ada pihak yg bermain-main. contoh lainnya, saat banyaknya yg dibantai/dibakar karena diisukan sbg tukang santet, simbah saya almarhum gus dur pernah menyebut sbg operasi naga hijau. (operasi naga merah=kudatuli). ya itulahderajat pemimpin kita, derajat tentara kita, yang ingin berpolitik (syarat bupati minimal komandan kodim, misalnya, itu jaman orba, kalau tiba-tiba segala kenikmatannya akan diambil (lewat reformasi), marahlah dia, makanya terus bermain-main dg nyawa rakyat yg dianggapnya tak berharga). pokoknya di mataku dahulu tak ada rasa hormat sedikitpun utk tentara, polisi. mudah2 sekarang mereka benar-benar berubah.
ya harus berubah dong. kan kita rakyat yang menggaji mereka, walaupun mereka dulu nggak pernah merasa bahwa gaji yg diperolehnya sbg tentara, polisi adalah berasal dari pajak rakyat.
hehhhhh… udah2… mw dayak kek, fores kek, bugis kek, jawa kek, madura kek, batak kek, sunda kek, betawi kek, bali kek, apa lagi ya… banyak pokoe… g usah tengkar mulu… kan sama2 Indonesianya… smw punya kkrngn n klbhn.. tngl gmn qt idup brng2.. beda boleh saja.. karena itu emang indonesia…
empat jempol dah buat PUHAN, di dunia ini tuh emang kaga ada yang perfect. percuma nyalahin orang lain kalo ga ngaca ma diri sendiri, kalo seandainya kedua kubu saling mengerti kan gag sampe kaya gini kejadiannya… Apalagi nyebut nama Agama buat kuat-kuataan…. emang lo semua pada mikir kalo Allohhuakbar ntu harus lewat kekerasan?
Bersaing cerdas bisa ga sih? Biar bangsa ini jadi maju
tul ga?
btul bgt ,,, 4 jempol buat kmu
macam mana mau maju,islam hanya di mata.di hati penuh dengan amalan2 kurafat,(ilmu hitam).syaitan bertapak di hati.di dalam AL QURAN dah di nyatakan,kenapa kau tak ikut manusia.
je oloh madura ela ndai je lecak2 la lewum oloh. tawu je punah kea ketun kau lepah patei oloh.
tutu kuam mu te b-has….. puna lecak tutu ewen melai petak danum itah
sudahlah sobat madura dan kalimantan tidak usah di ungkit” lagi masalah itu ….semua sdh berlalu dan jangan sampai kejadian yang menyedihkan terulang lagi….ingatlah semua sdh berlalu ,,,,,biarlah fenomena itu terkubur bersama dengan jalannya waktu ……ingat kita semua satu bangsa dan negara …..jangan saling bermusuhan satu sama lain………dan jangan kecewakan para pahlawan yang gugur memperjuangkan negara ini …..karena permusuhan kalian pamali atuh,,,,,,,,,mari kita wujudkan perdamaian pada tahun 2012 ini ,,,,,,,,,
Penjajah memang harus diusir dari bumi nenek moyang, HEIL panglima burung….
@ angkuh… bkn panglima burung tp panglima cacing yg berani perang curang serang dr belakang. cb dr depan pasti orang dayak melayu banjar di injak2 ma orang madura. emg sok anjing kalian orang kalimantan sok hebat. dasar orang hutan….
kenapa ilmu dayak ga bisa ngusir penjajah belanda ya?berarti masih saktian belanda dong,sejahat apapun orang madura,ga spatutnya diperlakukan seperti itu apalgi memenggal kepala ibu2 n anak2 itu israel bgt,maklum lagi kesurupan,berarti bersekutu dgn iblis dong,klo buat menggal koruptor/bromocorah2 asal tepat sasaran silahkan,intinya saya sangat malu liat bangsa indonesia kok kelakuanya sangat biadab terlepas apapun suku bangsanya,semoga ga terjdi lagi n para dalang n aktor dibalik kerusuhan tsbt apapun sukunya/agamnya bisa dihukum seberat2nya,itu kejahatan yg sangat biadab,
@.herman lu jangan bilang dayak macam anjink,,,, lu gak tau tau asal muasalnya,,, mending lu diem gak usah komentar kayak ANJING BERKOAR KEMANA2…… BERTUUAQ KAU BANTAI
si herman ni orang apa sih ..
alah mulut BESAR LO! Lo sadar gak kl orang madura di kalteng cm 3% dibanding suku dayak sekitar 70%, gt aja orang dayak pada kabur pas beradepan ma orang madura, n stelah senjata orang madura disita aparat baru orang dayak membunuh dengan LICIK & BAR BAR ! NAJIS PUNYA SUKU BANGSA KAYAK LO!
udah biasa bangsa ini saling bunuh,…. nanti pasti terjadi lagi….. percaya deh.
dayak itu kan bukan dari keturunan adam dan hawa .
makanya aja sembarangan semua hewan di makan.contohnya ular ,katak.tikus. kucing pokoknya semuanya di makan.namanya keturunan hewan.
PERHATIAN
orang dayak itu kalau mau perang dia pakai ilmu guna-guna dulu sebelum berangkat.artinya di isi setan dulu sama ketuanya.makanya dia ngak ada rasa takut dan kasihan karena didalam hatinya udfah kerasukan setan.
jadi kalau pernah punya masalah dengan orang dayak. ini pengapasnya. kalau pingin mengusir atau melawan orang dayak ini ada rahasianya
sering masak sayur nangka dengan membakar kayu jering atau yang di maksud pohon jengkol itu orang dayak pasti tidak betan kerena setanya tidak ikut.jadi kalau setanya tidak ikut orang dayak takkan berani
dasar sok tau bener ni si putra kalbar,,, mau q kirim mandau terbang ke rumah km tu… mun mengaku orang borneo…. jaga mulut tu
@ari…! kau blg mandau terbang…? adanya kontol mu tuh yg terbang ke jidat mu sndr. dasar orang hutan anjing kau. klo berani orang dayak serang pulau madura…? berani perang di kandang dan main curang serang dr belakang. dayak anjing hina kalian sampai akhir jaman
sy asli anak pahuluan bahasa ulun banjar/bakumpai ulun kd sudi suku ulun dihina klo mau tau ilmu dayak adalah minyak kawiyan hirang /minyak rampai bintang itu adalah minyak taguh /kebal itu kami klo mau perang.banjar dayak tdk pernah mundur bakalahi klo bujur km walau di kampung urang kerana km punya filsafat dimn kaki berpijak langit km junjung klo madura kota pasti maulah masal sy mau tanya sm herman pernahkah dengar bentrok dikampung orang bandingkan dengan bugis,madura mereka itu brutal dan sokuasa dikampung orang camkan itu herman
bahasa barbar lo pakek! Dasar suku hina lo! Najis gw punya suku sebangsa kayak lo!
INGET SUKU DAYAK TU BANTAI ORANG MADURA DARI BELAKANG! SETELAH SENJATA ORANG MADURA DI SITA APARAT YG TIDAK ADIL! BARUDEH SUKU LO MAEN KEROYOKAN! APA YANG LO BANGGAIN DARI SUKU LOE?? HA?? BENER2 PERBUATAN LICIK, HINA LO SUKU DAYAK!!
mana ada manusia makan manusia kecuali dayak.dasar anjing dan hewan.pokema,” kau daya semuanya. apalagi dayak velentin lebih parah lagi
MADURA MADURA MADURA LAGI,,GAYANYA SELANGIT SE AKAN SUKU LAIN DI BAWAH KAKINYA,,SAYA HIDUP DI KALIMANTAN 13 TAHUN TANPA MASALAH
waktu kejadian madura di bantai di sana saya ada di dadahup..ada keluarga jawa saya di sana>>aman aja coy
tanya sama orng dayak asli..bagaimanakah pendapat merekaa tentang orang jawa???
apa kami orang jawa angkuh sok jago seperti madura???apa karna kami penakut seperti banci??salah..kami juga manusia ..juga berani>>.tapi kami oeang jawa lebih suka senyuman,dan keramahan jabat tangan sesama indonesia,,itulah moto dan semboyan .>jawa<<dikalsel banyak maduranya waktu kejadian sampit ekor madura langsung terlipat ke belakang selangkangan mereka<>kami orang jawa>>cuma melongo dan tertawa>>sambil berkata>>rasakan akibat kesombongan kalian yang selangit itu>>by
ak lahir di kalimantan dan besar di kalimantan,,walaupun org tua jawa-banjar…ak tenang hidup di kalimantan..tp semenjak berdatangan pendatang dari daerah lain sudah mulai kelihatan ulah brengsek mereka,,bikin ulah di kalimantan,,gak punya sopan santun,,,memang pendatang2 yang brengsek seperti inilah yang mesti di musnahkan,,,,,,,,,,aku cinta kalimantan kampung halamanku
Hidup DAYAK
mening makan sop orok enak banget tau …
sanguan yu?
Becik ketitik Olo ketoro
DASAR SUKU DAYAK GOBLOK DATANG KE SURABAYA KITA BANTAI KAU SETAN ATAU KE JAKARTA KAMI SIAP LAYANI KESOMBOGAN DAYAK….DAYAK KAFIR SUKU MADURA TU SUKU RELIGIUS ISLAM GOBLOK DASAR COMENT DAYAK GOBLOK BERANI CUMAN DI KALIMANTAN MANA SUARA ORANG DAYAK DI PULAU JAWA BISU KAYAK PANTAT BABI YANG KAU MAKAN
SAKERA_OYEAH@ EMANG SURABAYA SAMA JAKARTA TU TANAH NENEK MOYANG KALIAN JUGA KAH…… DASAR SUKU MADURA NI PENGAKUAN …. SAMPANG MADURA SANA YG COCOK MA KM,,,, SAMPANG AJA SUKU MADURA AJA KERUSUHAN JUGA,,, DASAR TAI… GK KUAT PERSAUDARAAN SUKUNYA!!!!
sadarlah sobat! komen kalian ini bisa dilihat negara lain. mana rasa cinta tanah air kalian? jaga nama baik Indonesia. kalo begini caranya, semua negara akan memandang rendah kita. STOP BULLYING! AND KEEP LOVING!
ari jngn jago kandang kau. kau bawa pasukan dayak mu serang pulau madura klo berani, bawa panglima kodok kek panglima keong kek kami suku madura siap bentai kalian. kami kalah di kalimantan krn suku dayak dan melayu main curang dlm perang menyerang dr belakang. senjata kami di sita dan kami di bantai tanpa bersenjata. dasar suku dayak dan melayu anjing babi berani main curang. bangsat terkutuk kalian.
ga usah marah” x, kalo kamu org madura, ambil pelajaran’y.
kalo mau di hargai ya harus menghargai.
jgn macam” sama DAYAK!!!!!…Putra Dayak berani MATI!!!!….camkan itu kwan”
1 LAWAN 1 sepertinya meragukan tuch keberaniannya? kalau borongan ya sdh pasti sayalihat sendiri kok DAYAK ITU SEPERTI APA
Nih Ane putra Dayak Sekarang Menjelajah Tanah Abang, Dari stasiun Serpog, jika pulau kalimantan tidak LUAS pasti kami akan menjelajah, Jadi Jangan Pernah sombong Wahai kau Perantau,
BELAJAR UNTUK SALING MENGHARGAI!!! ITU KUNCINYA!! SADAR DARI HATI NURANI! BUKA PINTU HATI! LIHAT, BETAPA LUASNYA CAKRAWALA KEMANUSIAAN! MERDEKA! -INDONESIA CINTA SESAMA-
bener banget, aku suka komentar kamu
Orang madura,gak taau tatakrama, gak pnya sopan santun, sok jagoan. Dimana tmpat orang madura reseh, anjing kau orang madura, jgn mau pnya saudara madura anjing,apalagi pnya menantu orang madura anjing.
Orang asli kalimantan…sangat menjaga kebaikan seseorang…kalau pendatang tsb bisa membawa diri..dan saling menghormati… tidak mungkin peristiwa sampit terjadi…. saya anak kalimantan selatan…sdh beberapa pulau diindonesia dr sumatera, jawa dan sulawesi yg saya jadikan tempat utk berdomisili…alhamdulillah walaupun ada diperantauan sekalipun saya tdk pernah bertengkar dgn suku asli daerah tsb… itu krn bisa membawa diri dan tidak sok menguasai lahan org…. intinya….bila hidup diperantauan…jangan sombong…sok jago dan jaga diri baik2..agar org lain pun segan dan menghormati kita walaupun bukan asli penduduk setempat. Peace for Indonesia.
Satu Nusa
Satu Bangsa
Satu Bahasa Kita
” I N D O N E S I A “
sudah lah, kita sebagai orang indonesia seharusnya menutup cerita yg tak patut di cotoh, toh perang itu sudah lama terjadi, sebaiknya kita belajar dari kesalahan masa lampau jangan sampai hal seperti itu terjadi kembali, mari kita menjalin hubungan yg lebih baik kita satu saudara dan kita pun satu bangsa, satu darah,,,,,,
y..orang madura seenax nya ajh tu…
y wdah sbagai 1 negara kita tak usah mmbahas.a lgi dan tdak patut d contoh….
orang indonesia beraninya dengan bangsanya sendiri
Bapak saya asli keturunan pe-Gustian-kerajaan banjar dan ibu asli madura , mendengar comment 2 di atas terasa sangat memilukan ,saya sebagai salah satu pewaris darah -peGustian- dan pewaris darah madura sangat tidak mengerti akan keadaan yang sudah terjadi , namun lebih baik kita sudahi semua , mari kita semua bahu membahu menjadikan bumi kalimantan menjadi lebih maju, tentunya semua kita harus bisa mengeyampingkan sgala aspek2 yang bergesekan dgn SARA…yuk ,saya orang kalimantan,sekaligus orang madura…anda orang kalimantan,anda orang madura,anda orang yang tinggal dikalimantan…semua kita bersatu dalam kesatuan NKRI ,yuk mari semua kita berdayakan kalimantan menjadi “BANUA” yang terhebat dan terdepan khususnya si Indonesia ..mari tunjukkan pada dunia ,bahwa semua kita BISA.Hidup Banjar,Hidup Dayak,Hidup Madura,Hidup Indonesia…HARAPAN SAYA SEMOGA SEMUA TEMAN2 BISA MENERIMA POSTINGAN SAYA INI…
Saya sbgai org yang netral, menilai peristiwa di sampit yang tjd tahun 2001 tsb.. menilai dr sisi negatif ny, suku madura mmg pny watak yg keras (spt contoh wktu kita menawar harga jualan mereka) tp knapa watak yang jelek tsb masih d bawa” wktu mreka d tanah org laen?? itulah yg mnjadi pemicu terjadinya konflik antara dayak dan madura.. Sedangkan kesalahan org dayak knapa mreka membantai semua warga madura tanpa terkecuali, hrus ny yang mereka bantai yg bner” bersalah, pada waktu knp ngga yang bersalah aja yang d bantai, knp ank kecil yg g bersalah harus ikut terbunuh?? (mgkn saking emosi ny kali ya? d cabut smpai ke akar ^^ )
Tapi jgn slh, suku dayak tega mlakukan hal tsb krna mreka mnggunakan minyak. minyak yg bsa mmbuat tanpa rasa takut, mencium bau org madura yg berbau sapi.. < believe or not org dayak mmg punya.
jd kalau kita lihat dari sisi yang sama, mereka smua ny salah,, d omong in baik" juga msalah bakalan kelar, g harus ribut sana sini, bikin cape aja, kecuali udah d omongin masih ttep aja kyk gt, no comment dahh !!. Ngomong in masalah yang berbau Suku, Agama dan Ras (SARA) gak pernah ada habis nya, semua sama aja, tujuan ny juga sama. Bener ga? Yg setuju bole d like. hahaha..
sebaiknya minyak dayaknya terus di produksi n disimpen,ntar klo amerika/negara barat dah nginvasi indonesia,silahkan dipake biar berani menggal tentara amerika/nato,klo saya ga perlu pake minyak begituan biar matinya saya mati sahid n ga bersekutu dgn jin yg jadi ahli neraka,so biarpun kesurupan embantai semua madura sampe anak2 perempuan itu tindakan setan yg sadis n israel sekali,so jgn dipake lagi ya minyaknya,ntar aja buat ngusir penjajah,
jin yg mereka pakai tidak menjadi ,jika seberang laut.igat ilmu mnjadi tawar.
aq jgak asal mdura tpi menrutq g smua jgak sih orang mdura pnya watak seperti it aq asal bankalan tryta ok2 aja sling menghormati pendatang mnapuN ke bangkalan_________ kmi jgak suka damai dari segi apapun asl mnapun bangsa apapun agama apapun karna kta SAMA2 rakyat INDONEIA ………..,MERDEKA INDONESIA
Saya jg pernah berteman dg orang suku dayak dan madura sumua enak2 aja,,intinya becik ketitik ala ketoro kata orang jawa,,anda segan kami sopan,,bersikaplah yg baik kepada orang,psti orang 2 akan mmberikan kbaikan jg pda kamu,,jangan merasa dirimu paling kuat dan hebat,masih ada langit diatas langit,,damai itu indah kawan”"by CJP(Cah Jawa Perantauan)
asik…. mudahan perang lagi. biar nanti ga ada pendatang lg di kalimantan.
para pendatang itu cuma mau kekayaan tanah kalimantan aja. dan aku ga setuju akan hal itu.
Madura memang ga pantas hidUp ϑǐ bumi. Θǐ balikpapan madura cma jadi sampah(pengemis)ngotori kampung orang aja
Madura memang sok jago ϑǐ kampung orang. Buat madura Чang ℳªƱ betimpasan buat janji dgn saya aja
Hahaha ini nih komentar orang SDM RENDAH!! DAN GAK BERPENDIDIKAN!! GAK SALAH SUKU DAYAK ATO SUKU ASLI DIKALIMANTAN CUMA JADI BABU DITANAH KELAHIRANNYA! HARUSNYA LO TU SADAR UTK MENCAPAI SUKSES MANUSIA HARUS BEKERJA KERAS BUKAN MALAH SENTIMEN KAYAK OTAK UDANG LO ITU! KL ORANG MADURA MAU MEMBALAS! WALAU JAUH DARI JAWA SAYA YAKIN PUNAH KAU ORANG DAYAK!! DASAR SUKU LICIK! NAAAJIIISSS!!
Aku juga keturunan Madura, tapi ko’ aku paling benci suku Madura yaa.. Dan Aku paling Anti suku madura..
ANDRE: Ga ada tuch yg namax orang Dayak potong Leher orang Madura dari belakang.. Ga ada juga suku dayak bunuh orang madura pake tipu-tipu… yang ada Orang madura itu Pemalas, Pengemis.. Di Samarinda Mayoritas pengemis orang madura.. ada yg pura” buta lah.. Ada yg pura” pincang lah,, padahal semua cuma akal” an aja.. justru madura yang penipu.. pasti kalian bertanya” ko’ aku tau..?? karna aku pernah membuktikan sendiri orang madura yg lagi mengemis lewat depan toko aku pura” buta matax di meremkan terus Aku panggil masuk di dalam toko Aku lalu ku ambil pisau dan ku bialng sama pengemis itu kalau kamu ga buka matamu aku akan tusuk perutmu dengan pisau ini 2 kali aku bilang gitu baru dia buka.. dan teryata matax sehat” aja ko’.. memang MADURA PENIPU.. SUKU YANG PALING HINA DI INDONESIA INI ADALAH MADURA..
ngapusi lek iki,
@Rheva: gak usah NGAKU NGAKU LO! GAK ADA ORANG MADURA PUNYA LOGAT KYK LO!! NGOMONG KAYAK BOCAH GAK BERPENDIDIKAN! NYOKAP LO TU PERKOSA KL MAU NGIBUL! !
Eechmm “. . .
..pk blangkon doeloe euh. .>>w0ng jowo jee<> nih ngmg2 dib0rneo blm ada angkringan tuh ,nah . . .kan enak ada pghsil sate tbsr d.dunia dsna. . .
.bs bk angkringan disna br0. . .tmpt ngkrg breng ,menyatukan sgla glongan ,tk mbedakan suku ,agama atau ras dll. . .
.
.
.
.@suatu pesan moril cuy
banyaknya perbedaan suku bangsa ini jangan justru memperlemah negara kita. jkalau masih banyak rakyat yg belum sejahtera, tugas negaralah itu. maka kita harus peduli dengan para pemimpin kita. jangan biarkan para pemimpin kita korupsi, kita harus kritis. keenakan pemimpin kita jika kita cuek-cuek saja mereka malingin uang rakyat. rakyat yg harus diberdayakan.
kita semua sodara-setara
jangan ada pertikaian
satukan langkah segera bersatu demi terciptanya
bangsa yang sempurna
DAYAK-MADURA bersatulah
KAMI SEBAGAI JAWA STREET PUNK ROCK
merasa sedih tolong hentikan
sudah kita jangan saling menyalahkan. kita satu negara,negara indonesia.kita jangan mau di adu domba oleh oknum tidak bertanggung jawab. ini yg komentar bisa saja dari negri tetangga yg ingin kita bangsa indonesia untuk saling bermusuhan. sekali lagi jangan terpengaruh. hiduplah dengan damai dan saling memaafkan.jangan jahat di balas dengan kejahatan. biarlah mereka yg berbuat jahat.di akhirat mendapat balasan yg setimpal atas perbuatannya.
@Rheva: gak usah NGAKU NGAKU LO! GAK ADA ORANG MADURA PUNYA LOGAT KYK LO!! NGOMONG KAYAK BOCAH GAK BERPENDIDIKAN! NYOKAP LO TU PERKOSA KL MAU NGIBUL! !
boleh gk org madure sok sok an kau boy ……….. jgn nak belagu lh kw boy org madure ak nie prgi ke jakarta di tanya org asal mna ak jawab rog kalimantan org snak yak takot ap agi kw ieorgmadure kuat nak bual yk komentar kw th jgan brani frontal lh NORAK MADURE NI MENI’ MENI’ JUAL LOPES KACONG KACONG TUKANG BECAK HAHAHAHAHAHAHAA………….. MADURE NORAK MADURE NORAK MADURE NORAK MADUREA NORAK KUAT BUAL
Madura di sembarang tempat rusuh..kebangeten tenan..amit2 jabang bayi. Ketemu batunya di Sampit. Rasakno dewee….!!!!!!
ah madura,.dmn” g ad tuh yg sneng ma org madura,.sok jago tpi ky banci klo lgi sndri klo d msalh minta mf,.bsok’a dndam pke ajk tmn”,.bru dh brani tuh madura,,.dri dlu djkrta mo pn dbksi g ad tuh nm’a org madura brantem 1 lwan 1 brani,.
alsn’a mnta mf,.bsok’a dndm deh bwa tmn,.cmen lo madura,.
macam kau cacad semua madura dan dayak cacad nih gue betawi masyarakat modern anti kampung